Minggu, 13 Desember 2015

Hari Bakti Transmigrasi ke 65 di Kampong Mukti Makmur

Pada Hari Sabtu tanggal 12 Desember 2015 pukul 10 : 00 Wib. telah dilaksanakan Upacara Memperingati Hari Bakti Transmigrasi ke 65 Tingkat Kota Subulussalam bertempat di Lapangan Bola Kaki Kampong Mukti Makmur Kec. Simpang Kiri Kota Subulussalam dengan tema " TRANSMIGRASI MEWUJUDKAN DESA MANDIRI DAN PUSAT PERTUMBUHAN WILAYAH".

Adapun peserta Upacara Terdiri dari :
  1. Walikota Subulussalam
  2. Asisten II Setdako Subulussalam
  3. Para Kepala SKPK, Badan dan Kantor dalam Wilayah Kota Subulussalam.
  4. Para Camat dalam wilayah kota subulussalam
  5. Kapolsek Simpang Kiri
  6. Danramil Simpang Kiri
  7. Para Kepala Kampong, Kepala Mukim, Ketua BPK dalam wilayan Kota Subulussalam khususnya Kampong Eks Transmigrasi.
Peserta Upacara terdiri dari Masyarakat di wilayah Kampong Mukti makmur dan Makmur Jaya, Para Siswa dari SDN 02 Bakal Buah, SDN 01 Bakal Buah, SMP N 2 Simpang Kiri, SMA 2 Simpang Kiri, Para Seniman Kuda Lumpang dan Pencak Silat.
Bertindak Selaku Inspektur Upacara Walikota Subulussalam, Perwira Upacara Kapten.Inf. Samsul Bahri (Danramil Simpang Kiri), Komandan Upacara Joni Arizal,S.TP.,.Si (Camat Kecamatan Simpang Kiri). Pembaca Teks Pancasila Dipimpin Oleh Inspektur Upcara, dan Pembaca UUD 45 dibacakan oleh Dewi Lestari.
Sambutan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Yang di bacakan Inspektur upacara.
Tanggal 12 desember adalah hari yang bersejarah bagi transmigrasi indonesia, karna pada tanggal tersebut, 65 tahun yang lalu pemerintah yang membidangi ketramigrasian telah menetapkan tanggal 12 desember sebagai hari bakti transmigrasi.
Peringatan hari bakti transmigrasi ini adalah dalam rangka mengingat kembali saat 77 kepala keluarga diberangkatkan dari jawa tengah menuju lampung, saat itula
h untuk pertamakalinya pemerintah RI memfasilitasi pemindahan penduduk dari satu tempat ketempat yang lain untuk berkerja, berusaha dan memanfaatkan sumberdaya alam untuk mencapai kesejahteraan, yg pada waktu itu memberangkatkan 155 keluarga menuju gedung tataan lampung yg kemudian berhasil membetuk desa-desa dengan momen jawa yaitu :
- desa bagelan.
- desa gading rejo.
- desa purwo rejo dan
- desa wono dadi
Desa - desa tersebut berada disekitar 25 KM sebelah utara tanjung karang dan kini berkembang menjadi wilayah kabupaten yg dikenal sebagi kabupaten pesawaran.
Karena program kolonialisasi di pandang relatif berhasil, maka pemerintah pasca kemerdekaan meneruskan program tersebut, namun karna istilah kolonialisasi berciri-ciri merendahkan maka istilah tersebut diganti dgn istilah transmigrasi.
Hari ini sudah 65 tahun program transmigrasi telah menjadi bagian penting dlm kebijakan penataan penduduk dan peningkatan kualitas kehidupan indonesia, ada sakses dan ada pula kegagalan, namun terlepas dari semua itu transmigrasi telah berhasil membagun 368 satuan pemukiman transmigrasi yg berada di 619 kawasan transmigrasi diantaranya berkembang menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru berupa 1183 desa Depinitf, 385 telah berkembang menjadi ibu kota kecamatan, 104 menjadi ibu kota kabupaten serta 2 ibu kota provinsi.
Kontribusi transmigrasi dalam pertumbuhan ekonomi di indonesia cukuplah siknifikan, yakni dgn mewujudkan kawasan trasmigrasi sebagi pusat pertumbuhan ekonomi sebesar 19,10% dari pusat pertumbuhan wilayah indonesia.
Kita juga menggaspirasi, alhamdulilah antara penduduk lokal dengan saudara-saudara kita yg bersuku jawa sudah lebih 30 tahun bermukim di subulussalam tidak pernah terjadi sara, suatu gebanggaan bagi pemerintah kota subulussalam yg kita cintai.
Setelah Upcara selesai Walikota Subulussalam menyaksikan Kesenian yang ditampilkan oleh Kelompok - kelompok Kesenian yang ada di Kampok Mukti makmur dan Kampong Makmur Jaya Yaitu Kesenia Kuda Lumping, Pencak Silat serta Jaipong dari  Kampong Sikerabang. dalam kesempatan kali ini Walikota Memberikan Dana Pembinaan kepada Setiap Kelompok Kesenian dengan besaran dana Rp. 5.000.000,-
Suksesnya acara tidak terlepas dari jerih payah Panitia pelaksana dalam menyelenggarakan acara hari bakti transmigarasi ke 65 Tingkat Kota Subulussalam di Kampong Mukti Makmur.




Sabtu, 28 November 2015

Temu Ramah Walikota dengan Jajaran pemerintah Kampong Se Kota Subulussalam

Pada Hari Sabtu, Tanggal 28 November 2015, Jam 20 : 00, di adakan Acara Temu Ramah Walikota Subulussalam dengan Jajaran Pemerintah Kampong Se Kota Subulussalam bertempat di Halaman Gedung Serbaguna Pendopo Walikota Subulussalam.
Acara Yang di hadiri oleh Walikota, Wakil Walikota Subulussalam, Sekretaris daerah, Beberapa Anggota DPRK Subulussalam serta Tim TAPK Kota Subulussalam, Unsur Muspika dan Muspida, Para Kepala kampong, Sekretaris kampong, Bendahara Kampong dan Ketua Badan permusyawaratan kampong (BPK). Para undangang yang hadir berkisar 200 Orang.
Dalam Kesempatan Kali ini Panitia yang di Walikili oleh Asisten menyampaikan Terima kasih kepada undangan yang bersedia hadir, sehingga bisa terlaksananya Acara yang dibebankan Anggarannya pada Setdako Subulussalam.
Selanjutnya Acara Sambutan TIM TAPK yang di sampaikan oleh Sekretaris daerah Kota Subulussalam. dalam hal ini beliau menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah :
  1. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Kota Subulussalam Tahun Anggaran 2016 telah selesai, dan pada hari senin Tanggal 30 November akan di Paripurnakan.
  2. Pada Bulan Desember 2015 akan diupayakan untuk penyelesaian Angaran pendapatan dan Belanja Kampong (APB-Kampong) Tahun Anggaran 2016.
  3. Penyusan APB-Kampong harus mengacu pada Peraturan Walikota Subulussalam Tentang Standari Sasi Harga Tahun 2016.
Setelah itu Sambutan dan Arahan Dari Walikota Subulussalam, dalan kesempatan kali ini beliau menyampaikan, Jangan sampai ada penyimpangan dan Pemotongan dalam penggunaan dana desa. 
Satu demi satu Camat se Kota Subulusasalam di minta untuk menyampaikan Penyerapan dana desa, yang rata - rata penyerapan desa telah mencapai 80% (delapan puluh persen). tak lupa pula dalam penyusunan APB-Kampong tahun 2016, harus diupayakan penganggaran PHBN dan PHBI, Sehingga untuk hal tersebut tidak lagi membuat proposal dan mengajukan kepada pemerintah Kota Subulussalam, dan dalam penerikan dana desa jangan ditarik sekaligus, tapi tarik dana dengan cara bertahap sesuai dengan kebutuhan.
Tak lupa pula walikota menyampaikan rasa terima kasih kepada segenap Tamu undangan yang hadir pada acara tersebut. dan acara selesai di tutup dengan Do'a dan makan bersama.